Bagaimanakah Hukum Kredit dalam Islam?

hukum kredit dalam islamSaat ini sudah marah jual beli secara kredit, mulai dari barang-barang elektronik, alat transportasi, maupun perlengkapan rumah tangga. Pembelian secara kredit dirasa lebih ringan karena pembayaran dapat diangsur dalam jangka waktu yang telah disepakati. Namun, biasanya penjual akan menaikkan harga barang yang dijual secara kredit. Apakah hal ini sama dengan riba? Lalu bagaimanakah hukum kredit dalam islam? Simak artikel berikut ini.

Hukum kredit dalam islam

Jual beli secara kredit dalam ilmu Fiqih dikenal dengan istilah “Taqsith” Secara bahasa berarti membagi atau menjadikan sesuatu beberapa bagian. Pada dasarnya hukum kredit diperbolehkan dalam islam. Berikut ini beberapa dalil yang digunakan sebagai dasar hukum kredit diperbolehkan.

  • Al Baqarah ayat 275

Sebagian besar Ulama berpendapat hukum kredit adalah diperbolehkan. Dengan ketentuan adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai harga sebelum mereka berpisah. Jadi sudah ada kesepakatan berapa harga beli secara cash dan kredit. Para Ulama tersebut berpegangan pada hukum dasar jual beli yaitu halal, sebagaimana firman Allah QS. Al Baqarah ayat 275.

Artinya: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

  • Al Baqarah ayat 282

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya”.

Firman Allah tersebut merupakan dalil diperbolehkannya hutang piutang. Sementara untuk jual beli secara kredit juga termasuk dalam hutang, sehingga dalil di atas dapat dijadikan dasar hukum dari jual beli kredit.

  • Hadits ‘Aisyah r.a.

‘Aisyah r.a. berkata: “Rasulullah SAW membeli sebagian bahan makanan dari seorang Yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Dalam fatwa dari komite umum untuk fatwa di Departemen Wakaf dan urusan Islam di Kuwait (Al Hai’at Al Amah lil Fatwa bi Wizarat Al Auqaaf wal Syu’un Al Islamiyah bil Kuwait), mengatakan diperbolehkan menjual barang secara kredit dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual cash (kontan). Tidak ada ketentuan batasan berapa persen keuntungan yang boleh diambil, selama tidak memberatkan salah satu pihak.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW, “Semoga Allah merahmati orang yang mudah apabila menjual dan bila membeli serta bila menagih hutang.” (HR. Bukhori)

Syarat jual beli secara kredit

Memang pada dasarnya jual beli secara kredit diperbolehkan, namun ada batasan-batasan tertentu yang harus Anda ketahui agar tidak menyimpang dari syariat. Berikut ini adalah syarat jual belki secara kredit yang diperbolehkan:

  1. Sudah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak mengenai cara pembelian dan harga yang ditentukan, secara cash atau kredit sebelum keduanya berpisah. Jika belum ada kesepakatan akan membeli dengan cash atau kredit dan mereka berpisah, maka jual beli tidaklah sah. Misalkan sebuah motor jika dibeli secara kredit harganya 17 juta, dan jika dibeli secara kredit 20 juta dalam tempo 2 tahun. Jika sudah disepakati pembelian secara kredit maka diperbolehkan.
  2. Tidak diperbolehkan penerapan sistem bunga jika terlambat dalam pelunasan. Hal ini sama halnya dengan praktik riba.
  3. Adapun beberapa barang yang tidak boleh diperjualbelikan secara kredit, yaitu:
  • Emas dengan emas
  • Perak dengan emas
  • Emas dengan perak
  • Uang dengan uang
  • Uang dengan emas
  • Uang dengan perak
  • Makanan dengan makanan baik yang sejenis atau tidak
  1. Telah disepakati waktu untuk pembayaran angsuran oleh kedua belah pihak, sehingga menghindari adanya praktik penipuan.
  2. Tidak diperbolehkan adanya dua akad dalam satu transaksi. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam at Tirmidzi, Abu Dawud dan Al Baihaqi disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menjual dua transaksi dalam satu transaksi, maka baginya kerugiannya atau riba.”

    Maksud dari dua akad dalam satu transaksi yaitu jika seseorang berkata, “Aku menjual rumah ini seharga 500 juta secara tunai. Jika dibeli secara kredit harganya 700 juta.” Kemudian keduanya (pembeli dan penjual) berpisah tanpa adanya kesepakatan apakah pembelian cash atau kredit. Jual beli kredit yang semacam ini tidaklah sah.

 

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini