Ini Dia Pandangan Islam tentang Menikah Beda Agama

menikah beda agamaPernikahan adalah satu hubungan yang serius antara pria dan wanita. Keputusan untuk menikah dengan seseorang tidaklah semudah men. Menjalin hubungan pacaran, harus dipikirkan secara matang dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari segi mampu secara ekonomi, siap mental, terlebih dalam hal agama dan kepercayaan.

Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki beragam agama, menjadikan sering terjadi hubungan cinta beda agama. Dua orang yang sudah terlanjur cinta satu sama lain dan memutuskan untuk melangkah ke jenjang serius. Namun harus dipisahkan karena perbedaan agama. Ada yang mengambil langkah dengan berpindah agama, menyamakan agama dengan pasangannya. Adapula yang masih kekeuh dengan pendirian masing-masing, dan memilih menikah beda agama.

Hal ini seringkali mengakibatkan pro kontra di masyarakat. Apalagi Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Sudah banyak terjadi menikah beda agama, entah pria muslim dengan wanita non muslim. Atau sebaliknya, pria non muslim dengan wanita muslimah.

Bagaimanakah pandangan islam mengenenai menikah beda agama?

Dalam agama islam, semua hal sudah ada aturannya, termasuk dalam pernikahan.  Dengan jelas islam melarang adanya menikah beda agama. Pernikahan beda agama ditinjau dari subjeknya ada dua, yaitu pria muslim dengan wanita non muslim, dan pria non muslim dengan wanita muslimah.

  • Menikah beda agama antara pria non muslim dan wanita muslimah

Seorang wanita muslimah dilarang menikah dengan pria non muslim. Pernikahan keduanya dapat dilangsungkan hanya jika pria tersebut masuk islam terlebih dulu. Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. Al Mumtahanah ayat 10, artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijtah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka, jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka) . Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayarkepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir, dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan; dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana.”

  • Menikah beda agama antara pria muslim dengan wanita non muslim

Menikah beda agama antara pria muslim dengan wanita non muslim bisa diperbolehkan. Namun, sebelumnya ketahui apa alasannya. Wanita non muslim yang dimaksud disini adalah wanita ahli kitab (Agama Samawi). Yaitu orang-orang non muslim yang telah diturunkan kepadanya kitab sebelum Al –Qur’an (Injil dan Taurat).

Hal ini berdasarkan QS Al Maidah ayat 5:

Artinya:

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang yang diberi Al Kitab sebelum  kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum islam) maka hapuslah amalannya dan ia dia hari akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”

Pria muslim yang ingin menikahi wanita non muslim bukan ahli Kitab hukumnya haram. Pernikahan ditunda sampai wanita tersebut masuk islam. Hal ini sesuai dengan QS. Al Baqarah ayat 221, yang artinya:

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayatNya (perintah-perintahNya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”

 

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini