Apa Saja Syarat Belajar Ilmu Hikmah?

“Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakal lah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS Al Baqarah: 269)

belajar ilmu hikmahIlmu Hikmah merupakan ilmu –ilmu yang bermanfaat, pengetahuan yang mumpuni, akal yang sehat, pemikiran yang matang dan terciptanya kebenaran baik dalam perbuatan maupun ucapan. Ilmu Hikmah adalah sebaik-baiknya karunia dan pemberian dari Allah kepada hambaNya yang dikehendaki.

Seseorang yang diberi ilmu hikmah termasuk seseorang yang berutung karena telah dianugerahi karunia yang banyak. Dia telah keluar dari kegelapan (kebodohan), keluar dari perbuatan dan ucapan yang menyimpang menuju kebenaran. Dengan ilmu hikmah ini, segala sesuatu akan diletakkan sesuai dengan tempatnya dan segala perkara ditempatkan pada posisinya. Mereka adalah orang-orang yag berakal sehat dan cita-cita yang sempurna. Mengetahui mana perkara yang baik, yang harus dilaksanakan, dan mana perkara yang buruk sehingga harus ditinggalkan.

Syarat Belajar Ilmu Hikmah

Bagi Anda yang ingin belajar ilmu hikmah syaratnya tidaklah rumit. Berikut ini adalah beberapa persyaratan untuk belajar ilmu hikmah.

  1. Beragama Islam

Syarat pertama untuk dapat belajar ilmu hikmah yaitu beragama islam. Mengapa? Karena ilmu hikmah ini merupakan sebuah ilmu batin atau spiritual yang berkembang di masyarakat islam. Bagi Anda yang ingin belajar, tentu harus mengetahui tentang ajaran agama islam, rukun islam, rukun iman, syariat agama islam, dan hukum-hukm islam (wajib/ fardhu, sunnah, haram, makruh, maupun mubah).

Bagi Anda yang ingin belajar ilmu hikmah akan tetapi bukan pemeluk agama islam, masih bisa memanfaatkan sarana-sarana hasil dari ilmu hikmah tersebut. Beberapa sarana ada yang tidak menggunakan bacaan-bacaan atau doa yang sumbernya dari agama islam, jadi bisa digunakan bagi Anda non muslim.

  1. Memiliki niat yang Baik

Semua ilmu akan membawa manfaat bagi yang mempelajarinya jika digunakan untuk kebaikan, termasuk ilmu hikmah. Jadi, jika Anda ingin belajar ilmu hikmah, maka terlebih dahulu luruskan niat Anda. Jangan sampai Anda mempelajari ilmu hikmah ini untuk berlaku sombong, merendahkan orang lain, atau niat buruk lainnya.

  1. Ikhlas dengan apa yang didapatkan dan rendah hati

Dalam mempelajari ilmu hikmah, Anda harus mengikuti dan menjalankan apa yang diajarkan oleh guru spritual Anda secara iklhas. Selama yang diajarkan benar-benar tentang ilmu hikmah. Setelah Anda berhasil menguasai ilmu hikmah tersebut, ingatlah jangan sampai Anda lupa diri dan menjadi sombong. Hal ini sangat tidak dianjurkan, Anda harus tetap bersikap rendah hati. Karena ilmu tersebut adalah pemberian dari Allah, Anda tidak akan bisa menguasainya jika Allah tidak menghendaki.

  1. Yakin dan memiliki kemauan yang keras

Untuk dapat mempelajari ilmu hikmah ini, Anda harus memiliki keyakinan dan kemauan yang keras dari dalam diri Anda. Jika masih ada keraguan di dalam hati Anda, meski hanya sedikit, maka Anda tidak akan bisa menyerap ilmu hikmah secara maksimal. Oleh karena itu, mantapkan hati Anda, yakin bahwa Anda memang ingin mempelajarinya dan berusaha semaksimal mungkin untuk belajar. Setelah Anda berusaha keras, tinggal menunggu keputusan dari Allah SWT apakah Anda layak untuk mendapatkan ilmu hikmah ini.

  1. Menjauhi dosa besar

Ilmu hikmah adalah ilmu yang suci, dimana untuk dapat menguasainya maka Anda harus menjauhi dosa besar. Anda harus tahan terhadap banyaknya godaan yang memaksa Anda untuk melakukan dosa. Semua perbuatan yang dilarang dan menjadikan dosa terlihat sangat menyenangkan untuk dilakukan. Seperti minum-minuman keras, berzina, mengkonsumi obat-obatan terlarang, dan sejenisnya.

Hal ini dilakukan agar ruh atau jiwa Anda tetap bersih dan suci. Dosa menjadikan diri Anda kotor sehingga akan menutup segala pintu doa yang Anda panjatkan kepada Allah SWT. Anda tidak akan mungkin bisa mempelajari tentang ilmu hikmah jika jiwa Anda sudah dikotori oleh perbuatan dosa besar.

  1. Tidak makan makanan yang haram

Sama halnya dengan menjauhi dosa besar, Anda juga diperintahkan untuk tidak makan makanan yang haram. Baik makanan maupun minuman haram jika Anda konsumsi dan masuk ke dalam tubuh Anda, maka bisa membuat tubuh Anda menjadi rusak, dan jiwa menjadi kotor. Selain itu, secara ilmiah, makanan dan minuman yang diharamkan oleh Allah adalah makanan dan minuman yang tidak sehat.

Firman Allah QS AL Baqarah ayat 168, artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

  1. Istikomah dalam melakukan amalan

Beberapa ulama berpendapat bahwa istikomah lebih baik daripada seribu karomah. Istikomah sendiri yaitu melakukan suatu amalan secara berkelanjutan dengan disertai keimanan dan kesungguhan terhadap apa yang diamalkannya. Mengamalkan satu ilmu hikmah disertai istikomah lebih baik adanya daripada memiliki banyak ilmu hikmah namun tidak istikomah.

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini