Ketahui Hukum Berjabat Tangan dengan Lawan Jenis

hukum berjabat tanganBerjabat tangan merupakan hal yang lumrah atau umum dilakukan seseorang jika bertemu dengan orang yang dikenalnya, baik pria maupun wanita. Berjabat tangan memiliki banyak makna, sebagai perkenalan, kesepakatan, meminta maaf, perhormatan, dan sebagainya. Selain itu, berjabat tangan juga memiliki keutamaan, antara lain:

  • Orang yang berjabat tangan akan diampuni dosa-dosanya satu sama lain
  • Menumbuhkan rasa cinta antara orang yang berjabat tangan
  • Menimbulkan ketenangan jiwa
  • Mampu menghilangkan kebencian dalam hati seseorang
  • Berjabat tangan menunjukkan seseorang memiliki hati yang lembut

Secara umum masyarakat menganggap seseorang dikatakan berzina jika melakukan perbuatan suami istri dengan pasangan yang tidak sah. Padahal sebenarnya ada banyak hal kecil lainnya yang selama ini luput dari perhatian kita dan termasuk dalam perbuatan zina. Salah satunya adalah berjabat tangan dengan lawan jenis.

Bagaimana hukum berjabat tangan dengan lawan jenis? Bolehkah?

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW menegaskan, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagi setiap anak Adam bagiannya dari zina, ia mengalami hal tersebut secara pasti. Mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, dan kaki zinanya adalah berjalan, dan hati berhasrat dan berangan-angan, dan hal tersebut dibenarkan oleh kemaluan atau didustakan”. (HR. Bukhori – Muslim)

Berdasarkan hadits di atas dapat diketahui jika menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya dilarang. Oleh karena itu, adapun hukum berjabat tangan dengan lawan jenis selain mahram adalah haram. Namun, jika lawan jenis yang dimaksud adalah mahramnya maka diperbolehkan. Seperti bapak dengan anak perempuannya, atau anak laki-laki dengan ibunya.

Berikut ini adalah dalil yang membahas mengenai hukum berjabat tangan dengan lawan jenis selain mahram.

  • Hadits oleh ‘Urwah bin Az-Zubair

‘Urwah bin Az Zubair berkata bahwa ‘Aisyah berkata, “Jika wanita mukminah berhijrah kepada Rasululullah SAW mereka diuji dengan firman Allah SWT (yang artinya), ‘Hai Nabi, apabila datang kepdamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri,tidak akan berzina…’ (QS. Al-Mumtahanah, 12). ‘Aisyah pun berkata, “Siapa saja wanita mukminah yang mengikrarkan hal ini, maka ia berarti telah diuji.” Rasulullah SAW sendiri berkata ketika para wanita mukminah mengikrarkan yang demikian, “kalian bisa pergi karena aku sudah membaiat kalian”. Namun demi Allah beliau sama sekali tidak pernah menyentuh tangan seorang wanita pun. Beliau hanya membaiat para wanita dengan ucapan beliau. ‘Aisyah berkata, “Rasulullah SAW tidaklah pernah menyentuh wanita sama sekali sebagaimana yang Allah perintahkan. Tangan beliau tidaklah pernah menyentuh tangan mereka. Ketika baiat, beliau hanya membaiat melalui ucapan dengan berkata, ’Aku telah membaiat kalian’. (HR. Muslim, no. 1866)

  • Hadits Ma’qil bin Yasar r.a.

Larangan hukum berjabat tangan dengan lawan jenis selain mahram juga terdapat dalam hadits dari Ma’qil bin Yasar r.a., “Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. (HR. Thabrany dan Baihaqi).

Pada dasarnya hukum berjabat tangan sesama mahram diperbolehkan, justru dianjurkan. Namun, hukum berjabat tangan dengan lawan jenis selain mahram dilarang. Mengapa? Karena perlu diketahui bahwa menyentuh (berhabat tangan) dengan wanita yang bukan mahramnya akan menimbulkan kerusakan yang besar. Salah satunya menimbulkan adanya nafsu syahwat atau keinginan negatif lainnya. Barang siapa wanita yang mudah berjabat tangan dengan pria selain mahramnya, maka dia juga tidak akan segan untuk melakukan hal yang lebih hina daripada itu.

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini