Hukum Talak Melalui SMS, Apakah Sah?

“Apabila kamu menalak istri-istrimu lalu mereka mendekati akhir iddahnya maka rujukilah mereka dengan cara yang baik atau ceraikanlah mereka dengan cara yang baik (pula). Jangan kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan karena dengan demikian kamu menganiaya mereka.” (QS. Al Baqarah: 231)

hukum talak melalui SMSSaat ini teknologi sudah semakin maju, mampu mempersempit jarak dan menyingkat waktu. Memudahkan seseorang untuk menghubungi teman atau kerabat yang jauh diperantauan. Baik melalui telepon maupun media sosial yang kini sudah banyak digunakan masyarakat. Bahkan, saat ini ada pula seorang suami yang menjatuhkan talak atau cerai kepada istrinya melalui SMS atau pesan singkat.

Tentang hukum talak melalui SMS ini memang belum pernah dibahas oleh para Ulama terdahulu, karena teknologi zaman dulu sangat berbeda dari sekarang. Apakah hukum talak melalui SMS ini sah atau tidak? Untuk mengetahui jawabannya silakan simak artikel berikut.

Hukum Talak melalui SMS

Sebelum membahas lebih jauh mengenai hukum talak melalui SMS, terlebih dulu kita akan membahas mengenai apa itu talak. Talak merupakan pernyataan atau sikap untuk melepaskan ikatan pernikahan. Atau bisa dikatakan sebagai putusnya hubungan perkawinan antara suami dan istri dalam waktu tertentu atau selamanya.

Dilihat dari cara menjatuhkannya, talak terbagi menjadi dua macam. Yakni Talak Sharih dan Talak Kinayah. Sharih yaitu menjatuhkan talak dengan ucapan atau kata talak dengan jelas. Sedangkan Kinayah yaitu mengucapkan dengan sindiran seperti “Mulai sekarang aku kembalikan kau pada kedua orang tuamu”. Sebagian besar ulama sepakat bahwa baik Sharih maupun Kinayah hukumnya sah jika diucapkan dengan niat.

Sementara untuk hukum talak melalui SMS ada perbedaan pendapat diantara para ulama. Ada yang berpendapat hukumnya sah, ada pula yang mengatakan tidak sah. Berikut ini adalah pendapat para ulama mengenai hukum talak melalui SMS atau pesan singkat.

  • Hukumnya Sah

Menurut Ulama Malikiyah, sebuah talak yang dijatuhkan melalui SMS dianggap sah, karena ‘tulisan semakna dengan ucapan’. Dalam Ensiklopedia Fiqih dinyatakan,

Ulama sepakat, talak dengan tulisan hukumnya sah. Karena tulisan terdiri dari huruf yang bisa dipahami maknanya sebagai talak. Sheingga nilainya sama dengan ucapan. Di samping itu, tulisan mewakili ucapan orang yang menulis. Dengan dalil Nabi SAW diperintahkan untuk menyebarkan risalah. Dan itu terkadang beliau sampaikan dengan ucapan dan terkadang dengan tulisan surat (Al Mausu;ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 12: 216).

SMS atau Short Message Service merupakan sebuah pesan singkat yang dikirimkan melalui media elektronik. Jadi SMS sama halnya dengan surat, sehingga hukum talak melalui SMS sama halnya melalui surat. Dan artinya hukumnya sah.

  • Hukumnya Tidak Sah

Sebagian Ulama lainnya berpendapat bahwa penjatuhan talak melalui SMS tidaklah sah. Menurut Ulama Syafi’iyah bahwa talak yang dijatuhkan melalui SMS dianggap tidak sah adanya, jika talak tersebut tidak diucapkan dengan suara dan kalimat yang jelas. Mazhab Zahiri dan sebagian ulama lainnya juga berpendapat sama, sebuah talak yang dijatuhkan melalui SMS tidak sah, karena cara mengungkapkan talak dalam A Qur’an harus dengan lisan, bukan tulisan.

Bagaimanapun, penyataan ‘talak’ bukanlah sebuah ucapan yang bisa dengan mudah diucapkan, baik secara lisan maupun tulisan. Karena dampak yang ditimbulkan begitu besar, tidak hanya menyangkut suami istri, namun juga melibatkan anak (jika sudah memiliki anak) dan keluarga kedua belah pihak. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga hal seriusnya dianggap serius, dan berguraunya dianggap serius: nikah, talak, dan rujuk.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Oleh karena itu, terlepas dari sah tidaknya hukum talak melalui SMS ini, sebaiknya Anda pikirkan kembali sebelum mengucapkannya. Ingatlah bahwa perceraian adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah, sebagaimana dalam hadits berikut:

“Telah menceritakan kepada kami Katsir bin ‘Ubaid, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Kaalid, dari Mu’arrif Washil, dari Muhaarib bin Ditsar, dari Ibuni ‘Umar r.a, dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Perkara halal yang dibenci Allah SWT adalah thalaq (cerai)’”. (HR. Abu Dawud)

 

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini