Hukum Ziarah Kubur dan Tata Cara

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS. Ali ‘Imran: 185)

hukum ziarah kuburSemua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah SWT, dan suatu saat akan kembali kepadaNya, tak terkecuali manusia. Semua manusia pasti akan menemui ajalnya, hanya waktunya saja yang berbeda-beda. Siap tidak siap kita harus menghadapi kematian tersebut, entah beberapa detik ke depan ataukah berapa puluh tahun lagi.

Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, sedangkan hidup yang lebih kekal adalah di akhirat kelak. Namun sayangnya banyak orang yang seringkali lupa akan hal ini. Orang-orang terlena dengan kenikmatan di dunia, sibuk bekerja dan mengumpulkan uang. Untuk itu, Rasulullah SAW memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa memperbanyak mengingat kematian. Salah satu cara untuk mengingat kematian adalah dengan ziarah kubur.

Hal ini terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah r.a, ia berkata “Nabi Muhammad SAW berziarah ke makam ibundanya lalu beliau menangis, dan membuat orang-orang yang ada di sekitar beliau ikut menangis, lalu beliau bersabda: Aku telah memohon izin kepada Rabb ku untuk meminta ampunan kepadanya, tetapi Allah tidak mengizinkanku. Dan aku meminta izin untuk menziarahi makamnya, lalu Dia izinkan aku (untuk menziarahinya), maka berziarahlah kalian ke kubur, karena ziarah itu akan mengingatkan kepada kematian. (HR Muslim)

Hukum Ziarah Kubur

Ziarah kubur sendiri merupakan kegiatan berkunjung ke makam Rasulullah, para sahabat, para ulama, maupun makam keluarga atau kerabat. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda: “Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah” (HR. Muslim)

Namun, ada sebagian orang yang berziarah kubur bukan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal ataupun mengingat kematian. Akan tetapi, mereka berziarah dengan tujuan ingin mendapatkan kelancaran rezeki, agar keinginannya dikabulkan. Meminta bantuan kepada para Ulama yang telah wafat untuk mendoakan mereka yang masih hidup.

Oleh karena itu, ada beberapa dalil yang membahas mengenai hukum ziarah kubur. Pada dasarnya hukum ziarah kubur sendiri adalah boleh. Namun, hukum ziarah kubur bisa menjadi haram bahkan musyrik jika tujuannya bukanlah semata untuk mendoakan orang yang meninggal atau mengingat kematian. Tapi untuk memohon pertolongan kepada orang yang telah meninggal dunia. Hal ini sama saja dengan menyekutukan Allah, dan termasuk dalam perbuatan syirik.

Firman Allah QS An Nisa’ ayat 46: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”.

Adab Ziarah Kubur

Dalam berziarah kubur ada pula adab atau tata cara yang harus Anda ketahui, antara lain:

  • Melepas alas kaki

Menurut madzhab Hambali, melepaskan alas kaki saat berziarah kubur adalah dianjurkan. Sebagaimana dalam hadits Busyair bin Al Khashashah:

“Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah SAW, ternyata seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi SAW mengatakan, ‘Hai pemakai dua sandal, tanggalkan kedua sandal kamu’. Orang itu pun menoleh. Ketika ia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah SAW, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya”. (HR. Abu Dawud, hasan)

  • Mengucapkan salam

Adab ziarah kubur yang kedua adalah mengucapkan salam kepada ahli kubur. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada para sahabatnya, saat berziarah hendaklah mengucapkan salam sebagai berikut: “Assalamu’alaikum dara qaumin Mu’minin, wa insya Allah bikum laa hiqum”

Yang artinya: Keselamatan atas kalian di tempat orang mukmin, dan kami insyaAllah menyusul kalian juga.

(HR Muslim)

  • Mendo’akan jenazah

Sebagaimana tujuan dari ziarah kubur adalah untuk mendoakan orang yang telah meninggal dan mengingat kematian. Maka saat berziarah, bacakanlah doa atau bacaan Al Qur’an, kemudian mendoakan jenazah dengan harapan dapat dikabulkan.

  • Disunnahkan berziarah dalam posisi berdiri

Pada saat ziarah kubur disunnahkan untuk berdiri, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Sungguh jika salah satu dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur”. (HR Muslim)

  • Menyiramkan air di atas makam

Adab atau tata cara yang selanjutnya yaitu menyiramkan air di atas makam. Hal ini diperbolehkan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Al Marasil, “Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya.”

Perlu Anda ketahui, air disini adalah air biasa, bukan air yang dicampur dengan kembang tujuh rupa ataupun lainnya. Karena hal semacam itu tidak diajarkan oleh agama.

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini