Ini Dia Definisi Kaya Menurut Islam

kaya menurut islamDalam islam mengajarkan kepada umatnya untuk tidak hidup dalam kemiskinan. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW: “….Dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari kefakiran (miskin) dan kekafiran…” (HR Bukhari)

Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjadi seorang yang dermawan. Yang mana tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, No. 1715, artinya:

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas sebagaimana yang telah dibacakan kepadanya dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar, beliau menyebut tentang sedekah dan menahan diri dari meminta-minta. Sabda beliau: “Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah tangan pemberi sementara tangan yang di bawah adalah tangan peminta-minta”.

Kaya menurut Islam diukur dari kecukupan hati

Benar adanya islam mengajarkan kepada umatnya agar tidak hidup dalam kemiskinan apalagi sampai meminta-minta. Namun, perlu Anda ketahui apa definisi kaya menurut islam, sehingga Anda tidak larut dalam kenikmatan dunia dan justru melupakan akhirat. Saat mendengar kata ‘orang kaya’ yang Anda pikirkan adalah seseorang dengan harta yang melimpah dan serba kecukupan. Padahal kaya menurut islam tidaklah diukur dengan harta benda yang Anda miliki saat ini, melainkan seberapa Anda bersyukur dengan apa yang Anda miliki.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan atau kecukupan (dalam) jiwa (hati)”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW menjelaskan, “Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati”. (HR. Bukhari dari Muslim)

Jadi, bisa saja seseorang dengan penghasilan lima puluh ribu per hari dikatakan lebih kaya dari orang yang berpenghasilan lima puluh juta sehari. Pasalnya, orang yang berpengasilan hanya lima puluh ribu perhari tersebut merasa bersyukur atas apa yang ia dapatkan. Harta yang dibawanya membawa berkah, menjadikan hidupnya senantiasa tenang dan tentram. Karena ia merasa kebutuhannya tercukupi.

Sebaliknya, orang dengan penghasilan lima puluh juta perhari bisa dikatakan tidak kaya menurut islam, karena hidupnya hanya diisi untuk mencari harta tanpa pernah bersyukur. Ia senantiasa merasa kekurangan dan rasanya harta yang dimiliki cepat habis tanpa tahu kemana perginya.

Kaya menurut islam adalah saat seseorang merasa dirinya telah tercukupi baik dalam hal makanan, kesehatan, maupun kebahagiaan keluarga dalam satu hari. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi)

Hiduplah dalam kesederhanaan

 “Bukanlah kekayaan yang hakiki (dirasakan) dengan banyaknya harta, karena banyak orang yang Allah SWT jadikan hartanya berlimpah tidak merasa cukup dengan pemberian Allah. Sehingga ia selalu bekerja keras untuk menambah hartanya dan dia tidak peduli darimana pun harta tersebut berasal (dari cara halal atau haram). Maka (dengan ini) dia seperti orang yang sangat miskin karena (sifatnya) yang sangat rakus. Kekayaan yang hakiki adalah kekayaan dalam jiwa (hati), yaitu orang yang merasa cukup, qana’ah, dan ridha dengan rezeki yang Allah limpahkan kepadanya, sehingga dia tidak (terlalu) berambisi untuk menambah harta (karena dia telah merasa cukup) dan tidak ngotot mengejarnya, maka dia seperti orang kaya.” (Dalam Kitab Tuhfatul Ahwadzi)

Dari hadits di atas dapat diambil pelajaran  bahwa kaya menurut islam ialah merasa cukup, qana’ah, dan ridha dengan rezeki yang Allah berikan. Islam mengajarkan agar kita senantiasa hidup dalam kesederhanaan, tidak rakus untuk menjadi kaya dan tidak pula pasrah dan menjadi miskin. Bekerjalah seakan-akan Anda hidup seribu tahun lagi, dan ingatlah untuk beribadah seakan-akan Anda mati besok.

Dengan begitu Anda tidak akan berlebihan dalam bekerja dan memupuk harta di dunia, hingga lupa kepada Allah. Semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya dan dijauhkan dari kesesatan dunia.

Anda akan langsung terhubung dengan kami via Whatsapp - Klik Nama dibawah ini.

Chat & Call via Whatsapp Klik Disini